fbpx

Abaikan Pembangunan Di Jakarta,Generasi Milenial Minta Anies Tak Hanya Urus Tong Sampah

Jakarta (suaramilenial.com) ‐‐ Warga Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu mengeluhkan mahalnya biaya pengangkutan jenazah. Seorang warga bernama Khaeruddin menyampaikan setidaknya warga Kepulauan Seribu merogoh kocek Rp4 juta untuk mengangkut jenazah.

“Jika ada warga Kepulauan Seribu meninggal, maka terkendala alat transportasi. Kami minta disediakan kapal pengangkut jenazah khusus karena selama ini warga harus membayar sekitar Rp4 juta untuk alat transpotasi tersebut,” kata Khaeruddin kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang melakukan kunjungan ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Selasa (5/6).

Khaeruddin menyatakan harus menyewa kapal cepat buat memindahkan jenazah kerabat mereka antarpulau.

Sandi langsung menjawab keluh kesah Khaeruddin. Dia menjanjikan akan menyediakan dua kapal khusus untuk mengantar jenazah warga di kabupaten ini.

Meski demikian, janji Sandi bukan hal baru. Janji ini telah diutarakan Pemprov DKI Jakarta sejak zaman pemerintahan Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Sumarsono akhir 2016 lalu.

Rencana pengadaan kapal jenazah untuk warga Kepulauan Seribu juga pernah dituangkan Anies-Sandi di APBD 2018.

Anggaran yang tercantum di apbd.jakarta.go.id, pengadaan satu kapal motor jenazah senilai Rp2,75 miliar dengan biaya konsultasi pengawasan sekitar Rp170 juta. Total pengadaan dua kapal ini menyentuh angka sekitar Rp5,7 miliar.

Tujuh bulan berjalan, tapi hingga kini janji itu belum kunjung direalisasikan. Kini Sandi menyatakan akan mencoba supaya pengadaan kapal kayu pengangkut jenazah sementara dengan meminta bantuan pihak swasta melalui Dana Tanggung Jawab Sosial (CSR).

Menyikapi hal ini, generasi milenial mempertanyakan mengapa pemprov DKI Jakarta tidak segera melelang pengadaan kapal jenasah tersebut ?. Padahal di APBD DKI, dana untuk pengadaan jenasah sudah tersedia. Dan kini Wakil Gubernur Sandiaga Uno malah menunggu bantuan CSR yang tak pasti. Padahal warga kepulauan seribu butuh kapal itu untuk angkut jenasah warga yang meninggal dikepulauan seribu.

Hal ini sangat kontras terlihat dengan gesitnya Pemprov DKI Jakarta dalam pengadaan tong sampah. Tong sampah yang tidak begitu penting dan urgent untuk masyarakat jakarta namun dapat cepat diproses pengadaannya. Sementara untuk pengadaan kapal jenasah, Pemprov DKI Jakarta sangat lambat. Maka atas dasar ini generasi milenial mendesak Pemprov DKI Jakarta untuk segera fokus urus masyarakat. Jangan terlalu urus hal-hal sepele seperti tong sampah.

Mungkin Anda Menyukai

%d blogger menyukai ini: