fbpx

Bagian tubuh korban JT 610 yang diterima cenderung semakin buruk


Jakarta (suaramilenial.com) – Kondisi bagian tubuh korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 yang diterima oleh tim “Disaster Victim Investigation” (DVI) Polri dari lokasi evakuasi di perairan Tanjungpakis, Karawang, Jawa Barat, dari hari ke hari cenderung semakin buruk.

“Kondisi bagian tubuh hingga sekarang masih seperti sebelumnya, tapi ada kecenderungan lebih buruk,” kata Kepala tim DVI Polri, Kombes Pol Lisda Cancer saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu.

Lisda menerangkan hal tersebut kemungkinan karena bagian tubuh korban terlalu lama terendam di dalam air sehingga ada kerusakan.

“Walau demikian ada beberapa yang kondisinya masih cukup baik. Mudah-mudahan semuanya masih bisa diperiksa,” ujarnya.

Kendati demikian, Lisda mengatakan kerusakan bagian tubuh jenazah korban kecelakaan Lion Air JT 610 karena terendam air adalah relatif namun tetap ada batas waktunya.

“Kami punya pengalaman waktu kasus Air Asia, satu setengah bulan di air itu masih bisa diperiksa DNA-nya,” ucapnya.

Kendati semakin hari kondisinya semakin buruk, Lisda menjelaskan masih bisa dilakukan tes DNA, hanya membutuhkan waktu lebih lama dan metode yang lebih rumit karena sampel yang didapatkan kondisinya tidak memungkinkan untuk melalui proses yang cepat.

“Sepanjang masih bisa diidentifikasi itu masih bisa,” ucapnya.

Lisda menambahkan bukan tidak mungkin ditemuinya jalan buntu tidak teridentifikasinya jenazah korban walau sidah mengambil data postmortem dan pemeriksaan sampel DNA, tim DVI akan memakamkannya dengan diberi “peta” keterangan terkait label bagian tubuh dan lokasi pemakaman.

“Dan jika suatu saat ada data tambahan antemortem dari keluarga yang ternyata cocok dengan data postmortem, selanjutnya terserah pada keluarga apakah akan tetap dimakamkan di lokasi itu atau dibawa. Namun mudah-mudahan di kasus ini tidak ada yang seperti itu,” kata Lisda menambahkan.

Hingga Jumat (9/11), tim DVI Polri dan dokter ahli forensik gabungan telah memeriksa 626 sampel asam deoksiribonukleat (DNA) yang diambil dari 194 kantung jenazah korban.

Tim gabungan sendiri sejauh ini telah berhasil mengidentifikasi 79 orang penumpang Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjungpakis, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10) pagi.

Baca juga: DVI utamakan ketelitian dalam pemeriksaan penumpang Lion Air JT610

Baca juga: DVI perkirakan ada korban JT 610 teridentifikasi hari ini

Baca juga: Dua penumpang Lion Air JT610 teridentifikasi

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © suaramilenial.com





sumber

Mungkin Anda Menyukai

%d blogger menyukai ini: