fbpx

Kemdikbud sebut pembelajaran di SMK dilengkapi simulasi digital


Jakarta (suaramilenial.com) – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) perlu dilengkapi dengan simulasi digital yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa agar sesuai dengan kebutuhan industri.

“Pembelajaran simulasi digital ini memfasilitasi penggunaan teknologi terkini yang sesuai dengan kebutuhan industri,” ujar Kasubdit Penyelarasan Kejuruan dan Kerja Sama Industri Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud, Suryadi, di Jakarta, Sabtu.

Di luar itu, juga ada pembelajaran teknologi informasi seperti jurusan teknik komputer dan jaringan, rekayasa perangkat lunak, multimedia yang basisnya adalah teknologi informasi yang merespon perubahan zaman.

Terkait jurusan kekinian, kata dia, seperti pembuatan permainan dan pembuatan aplikasi, maka pihaknya telah bekerja sama dengan komunitas.

 “Bahkan dalam waktu dekat, kami dengan Kominfo dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), bekerja sama untuk memfasilitasi anak-anak jurusan rekayasa perangkat lunak.

Mereka ini akan dilatih dan akan membuat suatu produk yang ditentukan panitia,” tambah dia.

Produk tersebut akan dinilai dan ditawarkan pada perusahaan yang mau membelinya.

Sementara itu,  Direktur Aku Pintar Lutvianto Pebri Handoko mengatakan berdasarkan penelitian sekitar 87 persen mahasiswa mengaku salah jurusan.

“Kadang anak zaman sekarang lebih suka menjadi YouTubers, Vlogger, maupun selebgram. Tapi ini tidak ada di pendidikan vokasi,” kata Lutvianto.

 Menurut Lutvianto jurusan yang ada di SMK harus diperbaharui dan disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Lutvianto memberi contoh saudaranya yang belajar perhotelan selama tiga tahun namun kurang terpakai, karena kini seseorang hanya perlu merenovasi rumahnya dan bisa menyewakan kamar layaknya hotel.

“Jadi jurusan-jurusan yang ada di SMK harus diperbaharui, terutama jurusan yang sudah ada sejak 10 tahun yang lalu, agar sesuai dengan kebutuhan yang ada di industri,” terang Lutvianto.

Selama ini, tidak sesuainya lulusan SMK dengan kebutuhan industri  membuat banyaknya lulusan SMK tidak mendapatkan pekerjaan. 

Baca juga: Mendikbud : Jangan Sampai SMK Hasilkan Lulusan “Kodian”

Baca juga: Mendikbud : revitalisasi akan kurangi pengangguran SMK

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © suaramilenial.com





sumber

Mungkin Anda Menyukai

%d blogger menyukai ini: