fbpx

Pengadilan Negeri Depok Nyatakan Bos First Travel Bersalah

SuaraMilenial.com ‐‐ Majelis hakim pada Pengadilan Negeri Depok yang dipimpin oleh Hakim Soebandi juga menjatuhkan vonis pidana 20 tahun dan 18 tahun serta pidana denda sebesar Rp10 miliar subsider 8 bulan kurungan kepada Andika dan Anniesa. Majelis hakim memerintahkan supaya masa penangkapan dan penahanan para terdakwa dikurangkan dari pidana dijatuhkan, dan para terdakwa tetap dalam tahanan.

“Mengadili, menyatakan terdakwa satu Andika Surachman dan terdakwa dua Anniesa Hasibuan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan penipuan dan pencucian uang. Menjatuhkan hukuman penjara kepada para terdakwa masing-masing 20 tahun dan 18 tahun,” kata Ketua Majelis Hakim Soebandi saat membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Depok, Rabu (30/5).

Hakim menyatakan Andika, Anniesa, dan Kiki terbukti menipu dan melakukan pencucian uang calon jemaah umrah. Mereka dinyatakan terbukti melanggar Pasal 378 KUHP, 372 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 dan juncto pasal 64, serta Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Vonis majelis hakim hampir sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum dibacakan pada 7 Mei lalu. Saat itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Andika dan Anniesa dengan hukuman 20 tahun penjara, serta didenda Rp10 miliar subsider satu tahun empat bulan kurungan. Sedangkan Kiki diancam penjara selama 18 tahun, dan denda Rp5 miliar subsider satu tahun kurungan.

Dalam sidang digelar sejak 19 Februari lalu, berderat fakta tentang ketidakberesan kegiatan agen perjalanan umrah itu terkuak satu-persatu. Mulai dari wanprestasi hingga penggelapan uang jemaah.

Kasus penipuan First Travel ini mengakibatkan kerugian hingga Rp905,3 miliar. Uang sebanyak itu merupakan akumulasi dari dana yang disetorkan calon jemaah sebesar Rp14,3 juta per orang. Korban penipuan yang dalam kasus ini mencapai 63.310 orang.

Mungkin Anda Menyukai

%d blogger menyukai ini: