fbpx

Unifa-Pemkot Makassar bangun budaya literasi warga


Makassar, (suaramilenial.com) – Universitas Fajar (Unifa) Makassar berkolaborasi dengan pemerintah kota setempat membangun budaya literasi warga guna pengembangan sumber daya manusia yang cerdas pada era digital.

Dekan Fakultas Pascasarjana Universitas Fajar Abdul Samad di Makassar, Jumat, mengatakan saat ini pihaknya terus berusaha terlibat dalam menciptakan budaya masyarakat yang sadar akan literasi.

“Ini era kolaborasi. Perkembangan teknologi sangat kompleks dan banyak tantangan yang harus dihadapi secara bersama. Makanya diskusi hari ini sangat penting, apalagi audiensnya dari berbagai kalangan yang berbeda,” ujarnya.

Ia mengatakan literasi sangat penting jika sebuah kota ingin bertransformasi sebagai kota cerdas. Pembangunan manusia melalui literasi menjadi hal yang utama.

“Percuma jika hanya sistem dan perangkatnya yang canggih tanpa disertai masyarakat yang cerdas. ‘smart city’ itu gabungan antara sistem yang cerdas dengan warga kota yang cerdas,” katanya.

Abdul Samad mengemukakan tentang kesadaran tentang perkembangan zaman yang semakin pesat yang membuat semua pihak terus mengikuti perkembangan.

“Makanya, kolaborasi dengan berbagai ‘stakeholder’ termasuk dengan pemerintah kota menjadi strategi kita dalam melahirkan kota cerdas di Kota Makassar,” katanya.



Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Pemkot Makassar Ismail Hajiali mengatakan pihaknya sejak beberapa tahun terakhir ini aktif membangun dan mengembangkan program kota cerdas.

“Salah satu metode yang dilakukan yakni menjalin kolaborasi dengan pascasarjana Universitas Fajar dalam bentuk pengembangan sumber daya manusia yang cerdas di era digital,” katanya.

    

Dalam kolaborasi ini, salah satu kegiatan yang dilaksanakan yakni pelaksanaan seminar yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari mahasiswa, aparat sipil negara lingkup Pemkot Makassar, serta kalangan wartawan.

Pihaknya intensif mendorong proses perubahan kota menjadi kota cerdas yang terdepan di Indonesia dengan tetap memberi penguatan pada akar kearifan lokal yang bernama “Sombere” (keramahan).

Dia menyampaikan sejumlah capaian yang telah dilakukan Pemerintah Kota Makassar yang saat ini tengah bertransformasi menjadi kota cerdas.

“Infrastruktur jaringan telekomunikasi terus dibangun. Saat ini, sejumlah ruang publik didukung dengan jaringan internet gratis, sistem CCTV kota terus dikembangkan termasuk penambahan jumlah kamera pengawas,” katanya.

Baca juga: Pemkab Bantaeng – Unifa Kerjasama Budidaya Jamur Merang

Baca juga: Budaya baca dinilai rendah, padahal ada Gerakan Literasi Sekolah

Baca juga: Facebook buka Perpustakaan Literasi Digital untuk pendidikan

 

Pewarta:
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © suaramilenial.com





sumber

Mungkin Anda Menyukai

%d blogger menyukai ini: